News

Delapan Tersangka Illegal Logging Berhasil Diamankan Petugas Kepolisian

Migala.net – Sebanyak dlapan pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka illegal logging saat ini sudah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Sekelompok pria tersebut telah terbukti melakukan sebuah penebangan liar dengan memotong dua buah pohon sono yang masih berada dalam kawasan milik Perhutani KRPH Bonrang di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo.

Dari keseluruhan pelaku diketahui bernama Parman (64), Musni (39), Paitno (36), Soimin (52), Katemun (51), Tunai (31), Suminto (45) dan Yubari (45), warga Kabupaten Ponorogo.

“Awalnya kecurigaan warga ada truk yang sering bolak balik di wilayah Perhutani,” tutur Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Kamis (24/5/2018).

Truk dengan nopol AE 8986 ND, sering mondar mandir dan kedapatan membawa kayu sono. Usai ditangkap, ke-8 pelaku tersebut ternyata berkomplot.

“Jadi ada yang bertugas jaga truk, menggergaji kayu, mengangkut kayu dan ada yang jadi sopir,” terang dia.

Menurutnya, hasil tebangan pohon yang mereka lakukan itu akan dijual kepada seorang pedagang kayu yang ada di pasar di Trenggalek. “Dari dua batang yang ditebang, hasilnya ada 9 potong kayu yang diangkut menggunakan truk,” papar dia.

Menariknya, meski pohon yang ditebang berukuran besar, para pelaku ini masih menggunakan alat manual, seperti kapak dan gergaji. “Mereka memang sengaja tidak menggunakan mesin demi menghindari kecurigaan warga,” tukas dia.

Sementara para pelaku saat ini diamankan di Polres Ponorogo. Mereka dijerat pasal 12 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantan pengerusakan hutan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan uang paling banyak Rp 2,5 M.

“Barang bukti yang kami amankan ada kayu sono 9 potong, gergaji esek, kapak serta truk,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *