News

Video Siswi MOS Dengan Wajah Lebam Beredar Di Sosmed

Migala.net – Salah satu siswa yang bersekolah di Sidoarjo baru-baru ini menjadi sangat viral setelah video penyiksaan disaat pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau yang kini disebut Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) menyebar di sosial media. Terlihat wajahnya memerah karena lebam serta kancing baju yang dikenakan terlepas.

Selain video yang beredar ada juga foto yang memperlihatkan keadaan salah satu siswi tersebut sedang terbaring di rumah sakit.

“Tidak benar kalau kabar tersebut terkait kegiatan MOS, kegiatan MOS sudah berakhir hari Rabu (19/7/2017) kemarin,” ujar Kepala Sekolah SMPN I Taman Abdul Qodim, Jumat (21/7/2017).

Qodim mengakui bahwa foto yang ada di kabar viral itu memang salah satu siswa di SMPN I Taman. Siswa itu adalah AP yang merupakan siswa baru. Kejadian pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB itu berawal saat AP dimintai uang oleh kakak kelasnya yang duduk di kelas 9, BR, di kamar mandi sekolah.

Namun saat dimintai uang, AP menolak dan lari sambil mengejek BR. Merasa tersinggung, BR mengejar AP. Setelah terkejar, mereka berkelahi di halaman sekolah. Para guru yang melihat itu segera melerai dan memisah mereka

“Pada saat perkelahian terjadi di halaman sekolah, dalam waktu singkat langsung dilerai oleh guru Bimbingan Konseling (BK),” kata Qodim.

Mereka pun dibawa ke ruang BK. Karena ada lebam di muka AP, salah satu guru membawa AP ke Rumah Sakit Siti Khadijah untuk diobati.

“Tidak benar kalau perkelahian tersebut terkait kegiatan PLS, kegiatan PLS sudah berakhir Rabu kemarin. Dan tidak benar kalau sekolahan tidak peduli, kan diantar ke RS Siti Khotijah oleh guru olah raga,” jelas Qodim.

Sementara itu, di tempat yang sama Kapolsekta Taman Kompol Sujud mengatakan bahwa ini perkelaian murni sesama pelajar, bukan pemukulan terkait kegiatan PLS yang sudah beredar di media sosial dan menjadi viral.

“Ini perkelaian murni antar pelajar, dan masalahnya juga sepele, kasusnya sudah di selesaikan, kedua belah pihak sudah diberikan peringatan secara tertulis dan di saksikan oleh kedua orang tuanya,” kata Kajat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *