News

Remaja Di Boyolali Tega Bungkus Bayinya Dengan Sprei Hingga Tewas

Migala.net – Seorang perempuan yang diketahu berinisial YL (20) yang berasal dari Boyolali tak disangka merupakan seroang wanita yang dengan tega melakukan hal diluar akal sehat terhadap bayi yang baru saja lahir. YL tega menyimpan bayi baru dilahirkan di dalam lemari hingga tewas.

Pelaku mengaku malu dan merasa takut jika kehamilan diluar nikahnya diketahui banyak orang. Seperti yang telah berhasil diungkap, YL melahirkan bayi yang dikandungnya di indekosnya Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Salatiga, Selasa (17/4/2018), sekitar pukul 04.30 WIB.

Kemudian bayi yang berhasil dilahirkan seorang diri tersebut dibalut dengan menggunakan sprei dan dimasukkan kedalam lemari. Selanjutnya, pelaku berangkat bekerja, namun teman indekosnya curiga melihat wajah pelaku yang lesu. Namun saat ditanya, pelaku menjawab sedang datang bulan, tapi teman pelaku tetap curiga. Kedua teman pelaku membuka kamar indekos dan menemukan bayi dalam lemari telah meninggal dunia.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, pelaku ini melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan meninggal dunia. Untuk kejadian pada, Selasa (17/4/2018), lalu.

“Kami menerima laporan dari warga yang menemukan mayat bayi di dalam lemari. Setelah dicek, pemilik kamar ada dua dan yang kami curigai mbak ini (pelaku) habis melahirkan, kemudian bayinya di masukkan dalam lemari,” kata Yimmy saat rilis kasus di Mapolres Salatiga, Senin (7/5/2018). Berdasarkan pemeriksaan, katanya, kehamilan ini karena berhubungan dengan seorang laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial.

“Kenal di media sosial, terus berhubungan dan jadi. Setelah itu, tidak berhubungan lagi. Dia ini menyimpan sendiri kehamilannya dengan memakai pakaian yang besar,” ujarnya.

Demi menutupi kehamilannya, pelaku selalu mengaku jika sedang mengonsumsi obat gemuk. Kemudian saat merasakan mules, pelaku ini menuju kamar mandi.

“Setelah bayi lahir, terus ditutup dengan sprei, dimasukan dalam lemari. Atas perbuatan ini, pelaku terancam UU perlindungan anak Pasal 80 dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” katanya. Sementara itu, YL mengakui, menyimpan bayi dalam lemari karena takut diketahui.

“Aku bangun tidur bayi sudah meninggal, kemudian saya bungkus spei, saya masukan lemari,” ujarnya.

Ia sendiri tidak mengetahui saat lahir, apakah bayi tersebut sudah meninggal atau hidup. Kehamilan yang dikandungnya tersebut karena melakukan hubungan dengan pacar dikenal melalui media sosial.

“Kalau hamil dengan pacar, yang kami kenal melalui media sosial. Setelah berhubungan, kami nggak tahu keberadaannya,” tutur YL. Perempuan berparas manis ini menuturkan, saat kali pertama bertemu di mess, kemudian mengakui melakukan hubungan di belakang Taman Kota Salatiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *