News

Puluhan Warga Ponorogo Terpaksa Diungsikan Mengingat Tanah Yang Mengalami Keretakan

Migala.net – Ada sebanyak 26 arga yang terpaksa harus mengungsi lantaran tanah yang ada di sekitar tempat tinggal mereka mengalami keretakan yang begitu parah. Hal tersebut terpaksa harus dilakukan pengungsian lantaran mengingat akan terjadinya tanah longsor secara tiba-tiba.

para pengungsi tersebut merupakan para warga yang bertempat tinggal di Dukuh Kowang, Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Tanah yang mengalami keretakan cukup parah tersebut memiliki potensi merusak rumah mereka dan terancam bahaya.

Puluhan warga yang saat ini mengungsi tersebut mengaku jika meras takut jika harus bertahan dirumah mereka setelah ditemukan sebuah retakan tanah di sekitar pemukiman mereka.

“Mereka khawatir akan terjadinya longsor seperti di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, jadi langsung berinisiatif mengungsi,” tuturKepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono, Selasa (13/2/2018).

PIhaknya juga menambahkan jika insiden keretakan yang terjadi ditanah sekitar pemukiman warga itu baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi, usai diguyur hujan deras kemarin, Senin (12/2/2018) sebagian tanah mengalami retak dengan lebar antara 5-50 cm.

“Retakan tanah tersebut terdampak ke rumah warga sebanyak 6 KK (26 jiwa) rata-rata lantai dan dinding mengalami retak dengan lebar antara 5 cm-10 cm,” jelasnya.

Lantaran para warga yang merasa khawatir dengan kondisi tanah yang sudah retak tersebut, puluhan warga Ponorogo tersebut emutuskan untuk mengungsi di masjid yang tidak jauh dari pemukiman warga sesuai dengan instruksi Kopda Basuki, Babinsa Desa Senepo bersama Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami juga sudah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan tadi pagi dan malam,” imbuhnya.

Selain bantuan makanan, BPBD Ponorogo juga mengirimkan bantuan berupa tikar dan selimut bagi para pengungsi. Hingga saat ini pengungsi masih bertahan di masjid desa. “Beruntung tidak ada balita dari puluhan warga tersebut, namun ada beberapa lansia yang masih terus kami pantau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *