News

Polisi Ponorogo Berhasil Amankan Pelaku Penggandaan Uang

Migala.net – Herannya masih ada saja yang berhasil tertipu dengan modus penggandaan uang. Pihak kepolisian sebelumnya telah mengimbau para warga masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati untuk tidak tertipu oleh modus-modus yang serupa.

Laporan adanya kasus penggandaan uang tersebut memang telah dibenarkan adanya oleh pihak Kapolsek Siman, AKP Dwi Agus Cahyono. Untuk modus penggandaan uang kali ini memnggunakan sebuah media yakni genting dan juga ulekan.

“Korban atas nama Sabil warga Desa Kepuhburuh, Kecamatan Siman, Ponorogo ini percaya bahwa uang itu nantinya dapat digandakan menjadi banyak,” tutur AKP Dwi di kantornya Polsek Siman, Rabu (14/3/2018).

Modus yang dilakukan oleh tersangka yang diketahui bernama Siswoyo (40) warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo awalnya pelaku meminta uang kepada korban yang bernama Sabil. Permintaan uang tersebut dilakukan tidak hanya sekali saja namun berulang kali.

“Katanya maharnya kurang, jadi harus memberikan uang mahar lagi yang diletakkan di gentong hingga total mencapai Rp 12 juta,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di Kecamatan Siman. “Ini seperti kasusnya Kanjeng Dimas, katanya bisa menggandakan uang,” terang AKP Dwi.

Saat ini tersangka sudah berhasil diamankan dan berada di Polres Ponorogo. “Kami pun mengamankan barang bukti berupa dua buah gentong, satu ulekan, uang mainan, satu lembar kain batik dan satu gamis pria, ini untuk meyakinkan korban kalau dirinya orang yang memiliki ilmu gaib,” ujarnya.

Tersangka mengaku jika bisa mengambil uang dari alam gaib. Para korbannya pun secara pelan-pelan berhasil mempercayainya ditambah dengan tampilan pelaku yang semakin menyakinkan para korbannya. “Katanya biar punya banyak uang harus salat, puasa dan baca mantera,” imbuhnya.

Saat ini korban dari penipuan ini masih tercatat satu orang, tersangka SIS dikenakan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Modelnya seperti orang suci, jadi korban terpedaya. Saya berharap jika ada korban lain segera melapor untuk bisa ditindak lanjuti,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *