News

Pedagang Cobek Batu Meraup Untung Sampai Rp. 500 Ribu Sehari

 

Migala.net – Di Sumatera Selatan para pedagang cobek dari batu gunung mengakui mendapat laba yang besar dari penjualannya. Mereka mengambil cobek dari daerah Padalarang, Jawa Barat. Kemudian mereka menjualnya disalah satu daerah Sekayu, Musi Banyuasin, Sumsel.

Salah seorang pedagang diantaranya bernama Usep, dia mengaku menjual cobek batu dari gunung ini bisa mendapat laba hingga lima ratus ribu rupiah perharinya. Hampir satu minggu ini dia bersama temannya berdagang di daerah Jalan Lingkar Randik, Sekayu.

“Sebab di sini, batu cobek banyak terbuat dari semen dan arang. Makanya batu asli yang kami jual cukup laris,” katanya.

Dia tidak hanya berdagang dipinggir jalan, cobek yang dibawa menggunakan mobil pickup hingga tiga mobil itu saat ini sudah terjual semuanya. Dia pun kembali untuk mengambil cobek ditempat ia tinggal untuk didagangkan di daerah kawasan lain di Sumsel, seperti Lubuklinggau, dan Musi Rawas.

“Bawa sekitar 3000 cobek berbagai ukuran. Kami juga jual di pasar dan masukkan ke toko-toko,” katanya.

Dilihat dari bentuknya batu cobek ini sangat terlihat perbedaannya. Menurutnya, batu cobek ini dibentuk dari batu gunung sehingga lebih tahan lama dan tidak menggunakan bahan kimia. Meskipun kini warga sudah banyak yang mempunyai blender, dia masih percaya banyak orang yang memilih membuat sambal menggunakan cobek.

“Selain tradisional, sambal juga jadi lebih gurih. Tidak asal praktis seperti blender,” katanya.

Dia menjual cobek batu tersebut mulai kisaran Rp. 30 ribu hingga Rp. 300.000 masih cukup terjangkau. Seorang ibu rumah bernama Lina mengaku harga cobek batu itu tidaklah mahal.

“Banyak pilihan ukuran. Kalau saya membeli hanya untuk membuat sambal di rumah. Karena memang keluarga senang makan sambal. Kalau cobek biasa, suka ada pasir yang tersisa dari semen. Kalau ini berbeda, karena memang dari batu,” kata Lina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *