News

Pasangan Anak Dan Bapak Di Mojokerto Terduga Teroris Diamankan Densus 88

Migala.net – Para petugas yang merupakan anggota dari Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan seorang bapak dan juga anak yang diduga kuat merupakan seorang teroris. Petugas Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terduga teroris di Desa Betro, Kemlagi, Mojokerto.

Kedua terduga teroris tersebut dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual mie ayam dan juga pegawai dari sebuah perusahaan sablon yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

“Pak Sutrisno kerjanya jualan mi ayam di Kota Mojokerto, juga kerja di perusahaan sablon. Lutfi juga kerja di tempat yang sama, garapan dibawa pulang, dikerjakan di rumahnya,” kata tetangga dekat terduga teroris, Prapti Ningsih (44), di lokasi penangkapan, Kamis (17/5/2018).

Prapti juga menuturkan jika tetangganya yang bernama Sutrisno tersebut tinggal di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kemlagi, itu sejak 9 tahun lalu. Bapak yang merupakan terduga teroris tersebut memiliki empat orang anak.

Rumahnya yang berada di Dusun Betro Barat itu didiami oleh dirinya bersama dengan sang istri yang bernama Umi Rodiyah, anak pertama Sutrisno Lutfi Teguh Oktavianto (27), menantu Sutrisno Ifa, cucu Sutrisno yang berusia 3 tahun, serta anak laki-laki Sutrisno yang berusia 9 tahun.

Sedangkan dua anaknya yang lain tidak dirumah, mereka sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Menurut Prapti, rumah tersebut kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya Sutrisno bersama teman satu kelompoknya.

“Kalau kumpul di sini kadang siang, kadang malam, tidak tertutup. Biasanya yang datang sekitar lima orang laki-laki. Kalau dulu ada perempuannya,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Sutrisno dan keluarganya masih mau bergaul dengan tetangga sekitar. Hanya, istri dan menantu Sutrisno selalu memakai jilbab dan cadar saat keluar dari rumah.

“Sama tetangga biasa saja, masih bergaul, ngobrol sama saya biasa saja. Kadang berbagi kue sama saya, masih mau takziah ke tetangga dekat,” ungkapnya.

Pemilik Hamis Sablon, Ali Imron, membenarkan perihal pekerjaan Sutrisno dan Lutfi. Bapak-anak itu sudah hampir setahun bekerja di perusahaan miliknya, yakni perusahaan sablon map rapor.

“Sutrisno ambil plastik bahan isian map dari saya, kemudian dikerjakan di rumah dia. Mesin pres dari saya. Kalau Lutfi, selain kerjakan isian rapor, juga bantu pemasaran secara online,” terangnya.

Ali Imron menambahkan, Sutrisno lahir di Desa Ketapan Kuning, Ngusikan, Jombang, sementara istrinya lahir di Dusun Betro Timur, Desa Betro, Kemlagi.

“Rumah yang saat ini ditempati Sutrisno itu dibeli dari tetangga sekitar 9 tahun yang lalu,” tandasnya.

Sutrisno dan Lutfi ditangkap tim Densus 88 Antiteror di rumahnya pada Kamis (17/5/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Dari penangkapan ini, petugas menyita 28 buku terkait ajaran ‘jihad’. Polisi juga memeriksa istri dan menantu Sutrisno di Mapolsek Kemlagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *