News

Mayat Bayi Ditemukan Di Selokan Kota Magelang

Migala.net – Ditemukan sebuah benda yang terbungkus dalam bentuk bungkusan berwarna putih di selokan yang ada di Kota Magelang. Pada saat pertama kali ditemukan oleh seorang warga, bungkuan tersebut langsung dibuka dn ternyata berisi sesosok bayi yang sudah tidak bernyawa lagi.

“Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sedang menyapu di sekitar lokasi temuan. Karena curiga, saksi mata kemudian membuka dan melihat ada sosok bayi di dalamnya,” jelas Kapolsek Muntilan, AKP Mudiyanto, Kamis (23/11/2017).

Selokan yang merupakan tempat pertama kalinya ditemukan mayat bayi tersebut berada di Dusun Tambakan Rt 01 Rw 05, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Mudiyanto menjelaskan bayi berjenis kelamin laki-laki itu diduga dibuang oleh orangtuanya yang hingga kini masih dalam penyelidikan. Besar kemungkinan, kata dia, pembuang bayi adalah orang dari luar Magelang.

“Dugaan pelaku masih kita lakukan penyelidikan, masih kita data orang-orang hamil di sekitar Muntilan, termasuk bidan yang baru saja membantu kelahiran. Kemungkinan pembuangnya dari luar daerah, karena lokasi pembuangan di pinggir jalan antar provinsi,” kata Mudiyanto.

Penemuan bayi tersebut langsung dilaporkan ke pihak petugas kepolisian bersama dengan dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muntilan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa bayi mengalami luka pada bagian kepala dan berdarah.

“Bayi itu diperkirakan berumur 6-7 bulan atau prematur, panjangnya sekitar 40 cm dan berat 1,2 kilogram. Luka di kepalanya diduga karena dilempar oleh yang buang,” terang Mudiyanto.

Selain itu, lanjutnya, saat ditemukan, bayi sudah dalam kondisi dipotong tali pusarnya dan sudah bersih. Diduga mayat bayi ini sudah siap untuk dimakamkan oleh pelaku karena sudah dibungkus dengan kain kafan.

“Kemungkinan bayi dibuang tadi malam, prediksinya sudah 1×24 jam. Mungkin baru lahir langsung meninggal dunia, sudah dikafani hendak dikubur tapi akhirnya dibuang di parit pinggir jalan,” urai Mudiyanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *