News

Korban Keracunan Tutut Di Sukabumi Semakin Bertambah

Migala.net – Korban yang jatuh sakit lantaran telah mengonsumsi keong sawah atau tutut kembali terjadi di Sukabumi. Ada sebanyak 22 dua korban yang merupakan warga dari Desa Sukamekar dan Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi positif mengalami keracunan.

Insiden keracunan yang terjadi di desa tersebut terjadi pada saat yang bersamaan dengan kejadian di wilayah Kecamatan Kadudampit Minggu lalu (22/7/2018). Insiden keracunan tersebut baru saja terungkap lantaran pada hari itu para petugas dari kecamatan tidak mendapatkan laporan dari warga yang juga mengalami keracunan setelah memakan olahan dari keong sawah.

“Saya baru dapat informasi siang tadi, mungkin ada warga yang melihat berita keracunan tutut kemudian baru sadar dan akhirnya melapor. Keracunan dialami oleh warga di Desa Sukamekar sebanyak 12 orang dan Desa Cisarua 10 orang. Mereka telah menjalani perawatan di Puskesmas dan Rumah Sakit,” kata Camat Sukaraja, Yadi Mulyadi, Jumat (27/7/2018).

Para warga mengaku jika telah membeli olahan tutut pada hari Minggu (22/7). Pada Senin (23/7) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB gejala keracunan mulai terasa oleh warga yang mengkonsumsi tutut.

“Mereka merasa pusing dan mual, siang harinya mereka berobat ke puskesmas dan ada juga yang ke rumah sakit. Saat ini aparat pemerintah di dua desa sedang melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga apakah masih ada gejala serupa namun warga belum melapor,” bebernya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo membenarkan adanya kasus keracunan serupa yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukaraja. Dia menduga kasus tersebut ada keterkaitan dengan peristiwa keracunan yang menjangkit 52 orang warga di Kecamatan Kadudampit.

“Salah seorang saksi yang kita periksa mengaku menjual tutut di daerah tersebut, saksi berinisial Ju itu mengaku olahan tutut dia beli dari ER. Sumbernya sama, gejalanya sama dugaan ini kami berkaitan. Anggota malam ini di lokasi untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *