News

Kantor Gojek Magelang Resmi Disegel Hari Ini

Migala.net – Kantor pusat Gojek yang berada di cabang Kota Magelang resmi ditutup oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang pada hari Senin (4/9/2017). Langkah tersebut diambil karena peringatan pertama terhadap pihaknya tidak ditanggapi dengan baik.

Pemasangan spanduk larangan adanya aktivitas usaha di kantor Gojek dilakukan dengan berdasarkan peraturan daerah (Perda) No 6 tahun 2015 Kota Magelang, tentang Ketertiban Umum. Padahal sebelumnya, kedua belah pihak sudah menjalin kesepakatan pada tanggal 8 Agustus lalu.

“Penyegelan ini belum secara fisik. Kami sebatas memasang spanduk, yang intinya melarang aktivitas perkantoran Gojek. Apalagi, setelah surat peringatan pertama dilayangkan dan akhirnya disepakati bahwa manajemen tidak akan melakukan aktivitas, tapi nyatanya dilanggar,” katanya.

Kantor Gojek berada di Jalan Kolonel Sugiono, Magelang Tengah. Singgih menuturkan, manajemen dirasa tidak memberi respons positif dan disinyalir terjadi alih fungsi bangunan tersebut.

Bagaimana tidak, dalam kesepakatan awal, manajemen bersedia jika kantor itu dijadikan tempat tinggal. Akan tetapi, pihaknya masih menemukan adanya aktivitas yang mirip dengan usaha perkantoran.

“Kalau hanya tempat tinggal silahkan, karena memang gedung itu sudah disewa. Tapi, tidak boleh kalau ada aktivitas kantor atau usaha, karena Gojek tidak memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP),” tandasnya.

Menurut Singgih, sebenarnya bukan kali ini saja pihak manajemen bersikap tidak kooperatif, sehingga Satpol PP pun memberi tindakan tegas. Sebelumnya, Satpol PP sudah memberikan peringatan hingga empat kali.

“Kalau operasional di luar, kami tidak punya wewenang. Namun, khusus masalah kantor ini, menjadi krusial karena tidak sesuai dengan peruntukkannya. Kalau misalnya mau dijadikan tempat usaha, ya harus ada SIUP-nya. Kalau tidak, berarti itu ilegal dan pasti akan kami tertibkan,” tegasnya.

Pemasangan spanduk bertuliskan ‘Penutupan PT Gojek Kota Magelang’ itu, menjadi sinyal tegas aparat penegak perda, untuk melarang adanya aktivitas di kantor tersebut. Bahkan, jika di kemudian hari masih ditemukan pelanggaran, Satpol PP mengancam akan memberi sanksi yang lebih tegas.

“Mereka berkenan kalau spanduk larangan itu dipasang. Sepertinya, mereka sudah menyadari kalau sampai sekarang memang belum mengantongi izin,” imbuh Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah, Satpol PP Kota Magelang, Rumiyati.

Ia menjelaskan, saat dilakukan penertiban, pihaknya tidak menemukan komputer, maupun peralatan kantor lainnya. Hanya saja, lanjutnya, masih terlihat beberapa aktivitas, seperti driver ojek online yang keluar masuk dan banyaknya papan informasi terkait proses rekruitmen pengemudi ojek online.

“Komputer tidak ada, hanya meja dan kursi saja. Tapi, kami lihat ada beberapa driver ojek online di sana. Saya tanya, ada apa, mereka jawab katanya cuma mangkal saja,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *