News

Kakak Tega Bacok Adiknya Hanya Karena Buah Pisang

Migala.net – Hanya lantaran mengambil buah pisang dan juga pepaya yang berada di tanah milik warisan keluarga, seorang pria tega membacok adiknya dengan menggunakan sabit. Pelaku merasa sangat kesal karena adiknya mengambil tanpa bilang terlebih dulu kepada sang kakak.

Pelaku Moh Samsu Ni’am (40) dengan tega membacok adik kandungnya Miftakhul Arifin (38). Beruntungnya, sabit yang ditujukan ke pada korban berhasil terhindar dan hanya mengenai hidung korban dengan luka yang cukup parah.

Dalam posisi hidung mengeluarkan darah yang mengucur terus menerus, korban langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. “Pertikaian dua bersaudara ini terjadi pekan lalu (20/10) tapi baru dilaporkan hari ini. Kejadiannya di areal persawahan,” jelas Kapolsek Wlingi, Kompol Hari Mujiarso, Kamis (26/10/2017).

Kronologi kejadian berawal dari korban melihat kakaknya duduk di bawah pohon saat berada di areal sawah warisan keluarganya. Di dekat kakaknya, korban melihat karung berisi buah-buahan yang baru diambil kakaknya.

“Lalu korban menghampiri kakaknya dan bilang, sampean unduh opo mas, mbok yo iZin disik (Kamu panen apa mas, tolong izin dulu),” papar Kapolsek menirukan ucapan korban.

Mendengar ucapan adiknya, pelaku tersinggung dan naik pitam. Pelaku berdiri dan langsung menyabetkan sabit yang dipegang ke arah kepala sang adik.

“Pelaku rupanya marah, soalnya dia merasa memanen buah di lahan warisan yang masih milik bersama,” kata Hari.

Beruntung, korban dengan tangkas menangkis serangan sang kakak. Namun tak ayal, sabit itu masih menyerempet hidungnya hingga luka cukup parah. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, korban baru melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

“Dari laporan ini, kami telah olah tempat kejadian. Sedangkan dari rumah pelaku di Tangkil, kami amankan pelaku berikut sebuah sabit sebagai barang bukti,” jelas Hari.

Ni’am saat ini telah diamankan di Mapolsek Wlingi. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena melanggar pasal 351 KHUP tentang penganiayaan dan UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *