News

BPPTKG Himbau Para Warga Untuk Kosongkan Aktivitas Radius Dua Kilometer Dari Puncak Merapi

Migala.net – Himbauan yang ditujukan secraa langsung terhadap para warga yang bertempat tinggal di lereng Gunung Merapi yang saat ini tidak boleh atau dilarang untuk mendekati radius dua kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Segala aktivitas apapun itu tidak boleh dilakukan dalam waktu dekat ini sebelum ada pemberitahuan lagi dari pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

“Tidak boleh ada aktivitas dengan jarak dua kilometer dari puncak,” kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, Senin (21/5/2018).

Pihaknya juga menjelaskan jika nantinya masih ada warga yang nekat untuk tetap melakukan aktivitas di radius berjarak dua kilometer dari puncak Merapi,sangat dikhawatirkan warga tersebut akan menjadi korban jika secara tiba-tiba terjadi letusan yang jauh lebih besar lagi dari sebelumnya.

Lantaran hal tersebutlah, dari pihaknya sangat menghimbau untuk para warga tidak melakukan tindakan nekat tetap beraktivitas di radius dua kilometer.

“Ya takutnya kalau ada lontaran yang lebih besar, batu, krikil. Bagaimanapun walau tidak seperti erupsi magmatik yang sampai ratusan derajat celsius panasnya, tetapi tetap dikhawatirkan terdapat lontaran jatuh,” ungkapnya.

Letusan freatik yang pada pagi tadi baru saja terjadi masih sama dengan letusan freatik yang pada beberapa saat lalu juga terjadi. Letusan freatik yang terjadi disebabkan oleh adanya akumulasi dan juga uap air. Yang menjadi pembedanya yakni pada skala erupsi letusan yang terjadi pagi ini lebih kecil dari yang pada hari Jumat (11/5) lalu terjadi.

Sebagaimana diketahui, telah terjadi letusan freatik pada Senin (21/5/2018) pukul 01.25 WIB. Letusan tersebut terjadi selama 19 menit, lalu muncul asap dengan ketinggian 700 meter. Diprediksi akan terjadi hujan abu vulkanik di lereng Gunung Merapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *