News

Acungan Jempol Untuk Para Petani Bawang Merah Di Gunungkidul

Migala.net – Sistem irigasi yang memanfaatkan tenaga surya yang dilakukan oleh para petani bawang merah yang berada di Gunung sangat wajib untuk diacungi jempol.

Model pertanian ini menggunakan irigasi dengan sistem pompa memanfaatkan panas matahari sehingga bebas energi.

“Pengairannya menggunakan tenaga surya, mata air dari sungai dapat diangkat untuk menyirami tanaman,” ujar Heru Setyawan, Selasa (25/7).

Ketua Kelompok Tani Taruna Manunggal, Heru Setyawan, menuturkan, teknlogi irigasi menggunakan pompa yang ditenaga panel surya ini merupakan hasil penelitian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta dan Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian Bogor.

Heru petani Dukuh Tanjung I, Desa Bleberan Kecamatan Playen, Gunungkidul. Air yang digunakan untuk pengairan tanaman bawang merah dipompa dari bendungan yang ada di sekitar lahan pertanian, menggunakan pompa air khusus yang ditenagai tenaga surya yang dipanen melalui panel surya.

Air yang ada disalurkan melalui pipa yang dipasang di sepanjang guludan, yang diberi lubang setiap jarak tanam, sehingga tanaman bawang dapat terairi keseluruhan.

“Setiap akan menyalurkan kita tinggal menghidupkan pompa yang ada di bendungan, secara otomatis langsung dapat terairi,” ujar Heru.

Heru mengatakan, dengan adanya sistem pengairan ini, maka petani dapat memudahkan upaya pengairan secara efektif.

Selain tanaman bawang merah, lahan seluas 2,5 hektar milik kelompok petani setempat juga ditanami tanaman cabai dengan cara tumpang sari.

Selain dengan sistem irigasi tersebut, teknologi lain untuk menghemat air dengan model penutup plastik atau mulsa pun diterapkan, sehingga tanaman tidak akan kekekurngan air dan terhindar dari gulma selama musim kemarau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *